Sejarah

Sejarah Singkat
Pada tahun 1942, dengan penuh perjuangan didirikan pula pendidikan khusus puteri yang dilaksanakan oleh H. Abdul Muthalib Muhyiddin dengan nama Perguruan Islam “A1-Fatah” disusul kemudian dengan lahirnya Perguruan Islam “Zakhiatun Nisa” oleh H. Ja’far Saberan. Keduanya kemudian digabung menjadi Normal Islam Puteri pada tahun 1948 ketika pimpinan Perguruan dipegang oleh K.H. Ideham Khalid.
Adapun susunan kepengurusan perguruan ini ketika dipimpin oleh K.H. Arif Lubis ini mengalami pergantian sebagian dari susunan kepengurusan sebelumnya, yakni: Hasyim (Ketua), Ahmad Saderi (Sekretaris), H. Muhammad Arif (Bendahara), Abdul Wahab Kesuma (Pembantu Umum) dan H. Amir Hasan (Pembantu/Keuangan).
Kepemimpinan K.H. Arif Lubis tidak begitu lama hanya sampai tahun 1944, karena beliau ditugaskan di Alabio untuk memimpin dan mengajar pada perguruan Islam di sana. Dengan kepindahan H.M. Arif Lubis ke Alabio, selama hampir satu tahun Ma’had Rasyidiyah mengalami kekosongan pimpinan. Sekalipun demikian, perguruan ini tetap berjalan dengan dua orang pengajar, yaitu H. Zamzam dan Ismail Japeri dibantu oleh beberapa ulama lainnya. Setahun kemudian datanglah K.H. ldeham Khalid untuk memimpin Ma’had Rasyidiyah dan mengadakan pembaharuan-pembaharuan berarti bagi Perguruan ini ke depan.
Ketika kepimpinan Ma’had Rasyidiyah dipegang ofeh K.H. Ideham Khalid (1945-1950) nama Ma’had Rasyidiyah diganti dengan nama “Perguruan Normal Islam”. Penamaan Normal Islam ini erat kaitannya dengan penyesuaian sistem pendidikan yang akan diterapkan mengikuti pola Pondok Modern Gontor Ponorogo yang mana para guru yang mengajar di sana sebagian besar berasal dari Perguruan Islam Normal Islam di Padang yang sudah terkenal pada saat itu.
Dalam perkembangan selanjutnya, Normal Islam berkembang dengan pesat terutama dengan dibangunnya berbagai sekolah dalam lingkungan Normal Islam sehingga sudah merupakan sebuah kompleks perguruan: Atas kesepakatan pengelola Normal Islam akhirnya kompleks perguruan ini diberi nama “Kompleks Rasyidiyah” yang diresmikan oleh Gubernur Kepala Daerah Propinsi Kalimantan Selatan saat itu pada tanggal 4 Agustus 1956. Pada tahun 1966 diadakan penyempurnaan nama Kompleks Rasyidiyah menjadi “Kompleks Rasyidiyah Khalidiyah”. Penamaan tersebut dimaksudkan untuk mengenang jasa pendiri yaitu Tuan Guru H. Abdurrasyid dan mengenang seorang ulama besar yaitu Tuan Guru H. Khalid bin Abdurrahman dari Desa Tangga Ulin. Sekalipun beliau bukan pengajar langsung pada perguruan ini, namun hampir semua pengajar pada perguruan ini selalu mengikuti pengajian-pengajian yang diadakan beliau dalam rangka menambah ilmu pengetahuan khususnya pengetahuan keagamaan. Kemudian pada penghujung tahun 1970-an, Perguruan Normal Islam berubah menjadi Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai Kalimantan Selatan. Pergantian nama pesantren ini semata-mata untuk mengembalikan nama asal yaitu “ma’had”, dan pada saat itu nama pesantren lebih banyak digunakan untuk lembaga pendidikan agama di mana kitab kuning tetap menjadi bahan utama.”
Dalam Kompleks Rasyidiyah Khalidiyah terkumpul Normal Islam Putera, Normal Islam Puteri, Perguruan Guru Agama Pertama (PGAP) serta beberapa sekolah Islam (Madrasah) yang menggabungkan diri di dalamnya. Kepengurusan kompleks ini adalah pada Dewan Pengurus Yayasan Pemelihara Perguruan Islam Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai. Yayasan inilah sebagai suatu wadah yang menampung berpuluh-puluh Madrasah di Hulu Sungai Utara yang merupakan suatu organisasi Madrasah setelah ditutupnya PMII.
K.H. Ideham Khalid sangat memperhatikan pendidikan untuk para wanita. Perguruan Islam Al-Fatah dan Zahratun Nisa yang telah. berdiri pada saat kepemimpinan K.H. Arif Lubis (tahun 1942) kemudian dikelola. secara profesional. Perguruan Islam “Al-Fatah” yang didirikan dan dipimpin langsung oleh H. Abdul Muthallib Muhyiddin dibantu H. Napiah berjalan dengan baik. Tiga tahun kemudian, Perguruan ini mulai meluluskan 9 orang tingkat Ibtidaiyah. Begitu pula Perguruan Islam “Zakhratun Nisa” yang didirikan dan dikelola langsung oleh H. Ja’far Saberan berjalan dengan lancar. Pada tahun 1948 meluluskan 5 orang santri puteri tingkat lbtidaiyah.”‘ Mulai tahun ajaran 1943/1949 Perguruan Islam AI-Fatah dan Zakhratun Nisa digabungkan untuk menjadi basis mewujudkan tingkat Tsanawiyah, yang selanjutnya diberi nama “Normal Islam Puteri” Amuntai. Karena kurangnya tenaga pengajar, kondisi tempat yang tidak memungkinkan ditambah jumlah pelajar yang semakin banyak, sehingga akhirnya Perguruan Normal Islam Puteri dipindahkan ke dalam Komplek Rasyidiyah Khalidiyah (sebelumnya berada di Paliwara A dan Paliwara B) dan menempati ruang yang terpisah dari pelajar putera. Pada tahun 1951 Perguruan ini meluluskan 8 orang pelajar puteri tingkat Tsanawiyah, setahun kemudian tepatnya tahun 1952 pimpinan Perguruan Normal Islam 4 tahun diserahkan kepada Mastika Aini, salah seorang alumni yang dianggap mampu mengemban amanah ini.
Dengan adanya Normal Islam Puteri, otomatis Normal Islam yang telah ada sebelumnya resmi menjadi “Normal Islam Putera” pada tahun 1952. Dalam proses belajar mengajar Perguruan Normal lslam Puteri mengikuti ketetapan dari Normal Islam Putera baik kurikulum maupun ujian syahadah (ujian kelulusan) hanya tempat dan waktunya yang terpisah.
Setelah kemerdekaan dapat dicapai, pertumbuhan madrasah mendapat angin segar namun tidak diiringi dengan jumlah tenaga pengajarnya. Pada masa kepemimpinan
K.H.Muhammad Nawawi (1951-1962), perkembangan Perguruan Normal Islam baik Putera maupun Puteri semakin meningkat. Pada tahun 1954, atas inisiatif pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat merasa perlu ada wadah yang khusus mencetak guru agama kemudian didirikan PGAP 4 tahun yang diresmikan oleh K.H. Ideham Khalid dengan Surat keputusan. dari Kepala Kantor Pendidikan Agama Propinsi Kalimantan Selatan No. 4G/Skt/Al/5129 dan sebagai Kepala Sekolah ditunjuk Anwar Masy’ari (lulusan PGAAN Yogyakarta).
Setelah adanya SK tiga Menteri yaitu : Menteri Agama RI, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Menteri Dalam Negeri RI tahun 1975, maka status lembaga pendidikan madrasah sejajar dengan sekolah umum, akibat SK tersebut. Pada tahun 1978 Perguruan Normal Islam dalam menyelenggarakan pendidikan madrasah menjadi beberapa bagian yaitu Madrasah Aliyah Normal Islam Puteri, Madrasah Tsanawiyah Puteri .
Madrasah Aliyah Normal Islam Puteri status disamakan dengan No. A/E.IV/MA/025/1997 tanggal 22 Agustus 1997, kemudian terakreditasi dengan predikat A berdasarkan SK Kepala Kanwil Dep.Agama Prov.Kalimantan Selatan No. A/Kw.17.4//4/PP.03.2/MA/07/2006 tertanggal 26 Desember 2006.
Kepala Madrasah yang pernah memimpin Madrasah Aliyah Normal Islam Puteri Rasyidiyah Khalidiyah (MA NIPI RAKHA) Amuntai, sebagai berikut :
1. Nyai.Hj.Mastika Aini ( 1952 – 1996 )
2. KH. Muhammad Aini Anang, BA ( 1996 – 1997 )
3. Ust. Drs. H. Asy’ari Hasan ( 1997 – 2002 )
4. Hj. Siti Aminah, AM.d (2002-2004)
5. Drs. KH.Khairan Usman ( 2004 – 2006 )
6. Drs.H.Munadi (2006- sekarang)

Responses

  1. Sejarah Normal Islam Puteri perlu referensi yang autentik, buku sejarah lima puluh tahun Rakha Amuntai Kalimantan Selatan perlu dikaji,jangan sampai mengkaburkan para pelaku sejarah, proses berdirinya Normal Islam Putri Rakha Amuntai ( Al Fatah dan Jahratun Nisa merupakan cekal bekal berdirinya Normal Islam Puteri Rakha Amuntai )

  2. Assalamu’alaikum War Wab
    Syukran, sekarng kami kemukakan yang agak lengkap. Tadinya tidak ada niatan untuk mengaburkan sejarah, hanya yang dikemukakan alur terbentuknya MA NIPI Rakha Amuntai saja. Jazakallah
    Wassalamu’alaikum War Wab

  3. assalamu’aikum wr wb.

    adakah jua sejarah MA NIPA Rakha??

    wa’alikumsalam wr wb.

  4. Alaikum salam.
    Coba anda baca di situs Pondok Pesantren Rakha Amuntai, yang anda kunjungi ini adalah situs MA NIPI Rakha Amuntai, unit pendidikan putri di Ponpes Rakha tingkat aliyah.
    Terima kasih

  5. assalamualaikum
    bagus mu’allimai kreatifitas pian ne. sip, kalahputra nah munkadada baisi jua. usul, berdayakan guru-guru dan TU disana jua. syukran. tolong do’a mudahan kuliah ulun lancar. puasaan ne bulik insyaAllah. bajalanan lah k Haru. telaga silaba

  6. Semoga sejarah rakha berjalan mulus dan dirahmati oleh Allah SWT.

  7. assalmualaikum
    terimaksih kepada semua mua’lim dan mua’limah yang ada di MA NIPI RAKHA. Semoga ilmu yang saya dapat dari sana memjadi berkah dan bermanfaat buat orang lain.
    bagi saya RAKHA is the best

  8. ma_nipi@yahoo.co.id


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: