PEDOMAN PENDIDIKAN

PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENGAJARAN (KURIKULUM)
MA NIPI RAKHA AMUNTAI
==========================================
Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan dengan mempertimbangkan tahap perkembangan peserta didik dan disesuaikan dengan lingkungan, kebutuhan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Isi kurikulum merupakan susunan bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan. Adapun kurikulum yang digunakan di MA NIPI RAKHA Amuntai adalah kurikulum terpadu (Integrated Curriculum) antara Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional KTSP, Kurikulum Departemen Agama, Kurikulum Lokal dan Kurikulum Pesantren Rakha Amuntai.
A. PROGRAM PENGAJARAN REGULER
Program pengajaran umum mengacu pada kurikulum Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama.
1. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan belajar mengajar diarahkan kepada terwujudnya proses belajar tuntas (mastery learning). Sedangkan strategi pembelajaran diarahkan untuk dapat memacu santriawati aktif dan kreatif sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan masing-masing dengan memperhatikan keselarasan dan keseimbangan antara :
1.1. Dimensi Tujuan Pembelajaran
Menghasilkan sosok pribadi santriawati yang berkualitas seimbang fisik-jasmaniahnya maupun mental-rohaniahnya.
1.2. Dimensi Pengembangan Kreativitas dan Disiplin
Kreativitas perlu dikembangkan melalui penciptaan situasi pembalajaran yang kon dusif, dimana guru mendorong vitalitas keingintahuan santriawati untuk mencipta dan memberi fungsi baru terhadap sesuatu yang ada, santriawati diberi kesempatan untuk melakukan berbagai eksperimen.
Santriawati dituntut belajar disiplin melalui proses belajar yang kondusif dengan penanaman sikap dan kebiasaan-kebiasaan yang baik.
1.3. Dimensi Pengembangan Persaingan dan Kerjasama
Dalam kegiatan belajar mengajar santriawati diberikan kesempatan untuk menyelesaikan tugas secara kompetitif, diberikan penghargaan kepada yang berprestasi.
Sedangkan untuk melatih kerja sama santriawati diberikan tugas secara kelompok, diskusi kelompok, praktikum social, latihan berorganisasi dan kepemimpinan.
1.4. Dimensi Pengembangan Kemampuan Holistik dan Kemampuan Berfikir Elaborasi
Kemampuan holistic, sistemik, imajinatif dapatdibentuk melalui kegiatan belajar mengajar yang mengarahkan kepada pemecahan masalah (problem solving), sedangkan untuk kemampuan elaborasi dapat dibentuk melalui kegiatan belajar mengajar yang diarahkan pada pemecahan masalah dengan satu jawaban benar.
1.5. Dimensi Pelatihan Berfikir Induktif dan Deduktif
Pembelajaran diarahkan pada perolehan pengalaman nyata seperti membuat ringkasan, mencari informasi melalui bacaan, pengamatan, praktikum dan lain-lain. Dari situ santriawati diharapkan dapat menarik kesimpulan secara induktif. Sedangkan deduktif, KBM diarahkan pada penjabaran konsep-konsep yang telah dipelajari ke dalam berbagai alternatif pemecahan masalah.
1.6. Dimensi Pengembangan IPTEKS dan IMTAQ secara terpadu
Kegiatan pembelajaran diarahkan kepada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang didasari oleh jiwa keagamaan.
2. Model Pembelajaran
Berangkat dari konsep pemikiran bahwa anak merupakan individu yang khas, unik dan mempunyai potensi yang berbeda-beda serta perspektif ke depan pengembangan MA NIPI Rakha Amuntai , maka sangat diperlukan model pembelajaran yang tepat, agar santriawati bisa berkembang maksimal sesuai kecepatan dan kemampuan masing-masing. Adapun model pembelajaran yang dilakukan di MA NIPI Rakha Amuntai adalah menggunakan sistem sebagai berikut:
2.1. Sistem Klasikal Terpadu
Pembelajaran dilakukan secara klasikal, namun hak-hak santriawati sebagai individu tetap menjadi perhatian untuk bisa dilayani secara optimal sesuai dengan bakat minat masing-masing.

2.2. Target Kurikulum
Target kurikulum yang harus dicapai dalam setiap semester pada setiap kelas adalah 100% dan daya serap diharapkan seoptimal mungkin.
Untuk mencapai target seperti di atas perlu diadakan:
a. Pembelajaran tugas
b. Penanaman konsep yang matang
c. Pemahaman konsep
d. Keterampilan Konsep
2.2. Sistem Promosi
Bagi anak yang melampaui batas target nilai rata-rata minimal di kelompok (kelas) yang maka dipromosikan ke kelompok (kelas) yang lebih tinggi target nilai rata-ratanya, jika kelas biasa melampauai target minimal kelas akselarasi program dia dipromosikan untuk pindah ke kelas program akselarasi. Promosi ini dilakukan setiap semester sekali dengan melihat prestasi yang dicapai santriawati selama satu semester. Dengan cara demikian dapat melatih anak berkompetisi dengan sehat.
2.3. Penanganan Khusus Santriawati Berbakat
Dalam kelas unggul (akselarasi program) tentu ada anak yang terbaik apabila dilihat dari keunggulan intelegensi, kreativitas, keterampilan, bakat, minat maupun kemampuan bahasa atau menulisnya. Agar potensi tersebut dapat berkembang secara maksimal maka harus ditangani dengan pengayaan (enrichment) oleh team guru. Tujuan utamanya adalah:
 internal : berkembang secara optimal, tidak terhambat dan menghambat kelompoknya.
 external : membantu mengangkat pencapaian rata-rata prestasi kelas secara parallel.
2.4. Penanganan Khusus Santriawati Berkesulitan Belajar
Nilai ‘sakit’ yaitu nilai yang kurang dari SKBM yang telah ditentukan ke belakang yang melengkapi harus ditangani secara khusus pula oleh team guru.
Apabila factor-faktor penyebabnyanya non klinis, bukan masalah kejiwaan dan kelainan jiwa, bukan kelainan pertumbuhan maupun salah asuh, salah perlakuan dan krisis model maka ditangani dengan remedial teaching maupun pengulangan secara menyeluruh oleh team guru.
Apabila penyebabnya karena factor klinis, maka harus diadakan alih tangan kasus (refferal) kepada ahlinya, dalam hal ini adalah psikolog maupun psikiater. Pada kasus-kasus tertentu, anak diarahkan pindah sekolah setelah melalui konferensi kasus dan mendapat rekomendasi dari ahli (psikolog atau psikiater).
2.5. Mekanisme Guru
Wali kelas bergilir setiap tahun pelajaran baru. Rotasi wali kelas dalam tingkatan kelasnya sebagai berikut : Dari kelas D – C – B – A.
Pengaturan penempatan diserahkan pada tingkat kelas yang bersangkutan melalui musyawarah.
Bahan pertimbangan penentuan wali kelas adalah yang paling banyak mengampu mata pelajaran di kelas itu, dan sesuai dengan hasil musyawarah.
3. Pelajaran Tambahan
Pelajaran tambahan diberikan kepada santriawati untuk memberikan pengayaan atau remedy kepada santriawati, sbb. :
– Penguasaan Kitab dan Saintek pada kelas X dan semester I kelas XI
– Penguasaan Mata Pelajaran Ujian Nasional pada semester II kelas XI dan kelas XII
4. Sistem Penilaian Kelas
4.1. Pengertian
Penilaian kelas adalah penilaian yang dilakukan oleh guru dalam rangka kegiatan pembelajaran, yang meliputi pengumpulan dan penggunaan informasi tentang proses dan hasil belajar santriawati untuk mengukur tingkat penguasaan santriawati terhadap kompetensi yang telah ditetapkan.
4.2. Tujuan Penilaian
Penilaian kelas bertujuan untuk:
a. menilai proses dan hasil belajar santriawati di sekolah
b. mendiagnosis kesulitan belajar santriawati
c. menentukan kenaikan kelas
4.3. Fungsi Penilaian
Penilaian kelas berfungsi untuk:
4.3.1. memberikan umpan balik proses belajar mengajar
4.3.2. meningkatkan motivasi belajar santriawati
4.3.3. memberikan laporan kemajuan belajar santriawati kepada orang tua
4.4. Prinsip-Prinsip Penilaian Kelas
4.4.1. Valid : harus mengukur pencapaian kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum (standar kompetensi, kompetensi belajar dan hasil bealajar)
4.4.2. Edukatif : untuk memotivasi santriawati dalam mencapai kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum.
4.4.3. Obyektif : untuk mengukur potensi santriawati yang sesungguhnya sesuai kompetensi yang dibelajarkan, tidak dipengaruhi oleh latar belakang social ekonomi, budaya, bahasa, dan hubungan emosional.
4.4.4. Transparan : kriteria penilaian kelas dan proses pengambilan keputusan terhadap hasil belajar santriawati bersifat transparan bagi semua pihak yang berkepentingan.
4.4.5. Berkesinambungan : dilakukan secara berencana, bertahap, dan terus menerus untuk memperoleh gambaran yang lengkap tentang perkembangan belajar santriawati .
4.4.6. Menyeluruh : dilakukan dengan berbagai cara (tehnik dan prosedur) untuk memperoleh informasi yang utuh dan lengkap tentang perkembangan belajar santriawati , baik yang mencakup aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
4.4.7. Bermakna : hasil penilaian kelas hendaknya mudah dipahami, mempunyai arti, bermanfaat, dan dapat ditindak lanjuti oleh semua pihak, terutama guru, santriawati dan orang tua.
4.5. Jenis Penilaian Kelas
4.5.1. Berdasarkan Cakupan Kompetensi yang Diukur
4.5.1.1. Ulangan Harian
Yaitu penilaian yang dilakukan untuk menilai pencapaian satu atau lebih kompetensi atau hasil belajar. Jumlah ulangan harian dalam satu semester minimal sebanyak kompetensi dalam kurikulum.
4.5.1.2. Ulangan Mid Semester
Yaitu penilaian yang dilakukan untuk menilai kompetensi dalam tengah semester.
4.5.1.3. Ulangan Umum Semester
Yaitu penilaian yang dilakukan untuk menilai kompetensi dalam satu semester atau satu tahun.
4.5.1.4. Ulangan Kenaikan kelas
Yaitu penilaian yang dilakukan untuk menilai kompetensi dalam satu tahun.
4.5.2. Berdasarkan Sasaran
4.5.2.1. Penilaian individual; penilaian yang dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi atau hasil bealajar secara perorangan.
4.5.2.2. Penilaian kelompok; penilaian yang dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi atau hasil bealajar secara kelompok.
4.6. Teknik Penilaian
Tehnik penilaian secara umum ada dua macam:
Penilaian Acuan Patokan (Criterion Refference Test):
Adalah penialaian yang diacukan kepada tujuan pembelajaran (seorang santriawati dikatakan berhasil jika mampu atau dapat mencapai 85% dari tujuan atau nilai yang seharusnya dicapai)
Penilaian Acuan Norma (Norm Refference Test):
Penilaian yang diacukan pada rata-rata kelompok (dimana posisi santriawati : rata-rata, di atas rata-rata, di bawah rata-rata)
4.6.1. Tes Tertulis
Tes tertulis adalah alat penilaian kelas yang pertanyaan atau pernyataannya dan jawaban atau tanggapannya disampaikan dalam bentuk tertulis. Tes ini bisa digunakan untuk ulangan harian atau ulangan umum. Tes tertulis dapat berbentuk pilihan ganda, menjodohkan, benar salah, isian singkat, atau uraian (essay).
4.6.2. Tes Lisan
Tes lisan adalah alat penilaian kelas yang pertanyaan atau pernyataannya dan jawaban atau tanggapannya disampaikan dalam bentuk lisan.
4.6.3. Tes Perbuatan
Tes perbuatan adalah alat penilaian kelas yang menuntut santriawati menampilkan hasil belajarnya dalam bentuk unjuk kerja, seperti praktek ibadah, praktik TIK, Praktikum, menyanyi, olahraga, bercerita, berdeklamasi, dan menulis khat, kemahiran berbahasa, pidato, dll.
4.6.4. Pengamatan
Pengamatan adalah alat penilaian kelas yang dilakukan oleh guru atau santriawati dengan cara mengamati perilaku santriawati .
Contoh:
Aspek yang diamati pada pelajaran Matematika: ketelitian, kecepatan kerja.
Aspek yang diamati pada pelajaran Bahasa Indonesia: kerapihan tulisan, kesantunan berbahasa.
Aspek yang diamati pada pelajaran PPKn: kedisiplinan, tanggung jawab, kerjasama, inisiatif, toleransi, kebersihan dan kerapihan.
4.6.5. Skala Sikap
Skala sikap adalah penilaian kelas yang berupa sejumlah pernyataan sikap tentang sesuatu yang jawabannya dinyatakan secara berskala, misalnya skala empat, skala lima, atau tujuh.
4.6.6. Angket (Kuesioner)
Angket adalah alat penilaian kelas yang berupa daftar pertanyaan tertulis untuk menjaring informasi tentang sesuatu, misalnya tentang latar belakang santriawati , kesehatan santriawati , tanggapan santriawati terhadap metode pembelajaran, media dll.
4.6.7. Portofolio
Portofolio adalah alat penilaian kelas yang berupa kumpulan dokumen dan hasil karya beserta catatan perkembangan belajar santriawati yang disusun secara sistematis, permata pelajaran. Hasil karya yang dimasukkan ke dalam bundle portopolio dipilih yang benar-benar dapat menjadi bukti pencapaian suatu kompetensi.
4.6.8. Tugas
Tugas adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh santriawati secara terstruktur di luar kelas, misalnya tugas membuat synopsis, menulis puisi, menulis cerita, mengamati suatu obyek dll. Hasil pelaksaan tugas ini bisa berupa hasil karya, atau laporan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
1. Banyaknya tugas setiap mata pelajaran diusahakan tidak memberatkan santriawati .
2. Materi tugas dipilihkan materi yang esensial.
3. Tugas hendaknya dapat mengembangkan kreatifitas, rasa tanggung jawab dan kemandirian.

4.6.9. Proyek
Proyek adalah tugas yang dilakukan oleh santriawati yang menekankan pada proses, dan digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan dan memonitor ketrampilan santriawati di dalam merencanakan, melaksanakan, dan melaporkan kegiatan.
4.7. Langkah dan Kaidah Penulisan Soal
4.7.1. Penyusunan Kisi-kisi
Salah satu kegiatan dalam perencanaan penyusuanan soal, khususnya untuk ulangan umum dan ujian akhir sekolah, adalah penyusunan kisi-kisi. Untuk ulangan harian penyusunan kisi-kisi tidak diharuskan. Penyusunan kisi-kisi dilakukan untuk menjamin bahwa setiap kompetensi dasar dalam kurikulum terwakili secara proporsional. Kisi-kisi juga sebagai alat kontrol dan arahan agar soal yang disusun sesuai dengan kompetensi yang diujikan. Kisi-kisi dibuat untuk membantu penyusunan soal dengan mempertimbangkan criteria keberhasilan penguasaan kompetensi tertentu.
4.7.2. Penyusunan Soal
Langkah-langkah penyusunan soal adalah:
4.7.2.1. memahami kisi-kisi penulisan soal;
4.7.2.2. memahami kaidah penyusunan soal;
4.7.2.3. menyiapkan sumber bahan untuk penyusunan soal;
4.7.2.4. menyusun soal;
4.7.2.5. menelaah dan memperbaiki soal.
4.7.3. Penulisan dan Penelaahan Soal
Soal yang telah disusun kemudian ditelaah kembali untuk memeriksa kesesuaian soal dengan indicator dan kompetensi yang diujikan, serta kesesuaian dengan tingkat perkembangan santriawati , tingkat kesukaran, dan keseimbangan ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
4.7.4. Kaidah Penulisan Soal
Kaidah penulisan soal secara umum adalah sbb;
4.7.4.1. Petunjuk pengerjaan dan rumusan soal harus jelas dan menggunakan bahasa yang baik dan benar.
4.7.4.2. Rumusan soal harus sesuai dengan indicator.
4.7.4.3. Butir soal tidak bergantung pada soal berikutnnya.
4.7.4.4. Rumusan soal tidak boleh mengandung petunjuk (clue) kepada kunci jawaban.
4.7.4.5. Materi soal harus sesuai dengan jenjang atau jenis pendidikan atau tingkatan kelas.
4.7.4.6. Rumusan soal harus mempertimbangkan rumusan soal.
4.8. Pengolahan Hasil Penilaian Kelas
Pada dasarnya penilaian kelas mencakup informasi mengenai hasil ulangan harian, tes perbuatan, tes sikap, tugas pekerjaan rumah, portopolio dan ulangan umum. Untuk memudahkan pengolahan, masing-masing komponen tersebut di beri skor antara 1 sampai dengan 10.
4.8.1. Nilai ulangan harian dan nilai tugas pekerjaan rumah dapat diperoleh dari hasil tes lisan dan tertulis dengan pembobotan yang dapat dikembangkan oleh guru.
4.8.2. Nilai perbuatan dan sikap dapat diperoleh dari hasil tes perbuatan, pengamatan, angket, instrumen skala sikap dengan pembobotan yang dapat dikembangkan oleh guru.
4.8.3. Nilai portofolio dapat diperoleh dari nilai tugas dan proyek.
4.8.4. Nilai Ulangan umum diperoleh dari tes tertulis.
4.9. Analisis Penilaian Kelas
Hasil penilaian kelas dianalisis untuk mendapatkan umpan balik tentang berbagai komponen dalam proses pembelajaran dan untuk menentukan kegiatan tindak lanjut yang tepat. Analisis ini dilakukan dengan memperhatikan nilai yang diperoleh santriawati pada ulangan harian, tes perbuatan, tugas pekerjaan rumah, portofolio dan ulangan umum. Analisis ini diutamakan untuk mencari latar belakang dan factor penyebab mengapa santriawati mendapat nilai tertentu. Analisis dilakukan dengan mencari nilai rata-rata kelas tiap mata pelajaran.
4.9.1. Remedial
Jika nilai rata-rata kelas dari suatu mata pelajaran kurang dari 8,5 untuk kelas akselerasi, kurang dari 8 untuk kelas exellen, kurang dari 7 untuk kelas reguler, 6 unutk ABK maka pelajaran perlu diulang untuk seluruh peserta didik dan seluruh kompetensi.
Jika nilai rata-rata kelas berkisar sudah sesuai dengan SKBM masing-masing kelas maka pelajaran diulang untuk peserta didik tertentu dan untuk kompetensi yang belum dikuasai.
4.9.2. Pengayaan
Jika nilai rata-rata kelas dari suatu mata pelajaran mencapai lebih dari SKBM maka peserta didik diberikan pengayaan materi.
Bentuk tindak lanjut lain yang perlu dilakukan guru dalam rangka menindaklanjuti hasil pelaksaan penilaian kelas adalah tindakan memperbaiki proses, metode dan alat pembelajaran bila terjadi kegagalan pencapaian taraf serap kurang dari 80%

4.10. Pelaporan
Laporan kemajuan hasil belajar santriawati merupakan sarana komunikasi dan hubungan kerjasama antara sekolah, santriawati dan orang tua. Proses pelaporan penilaian kelas hasil belajar santriawati , merupakan suatu tahapan dari serangkaian suatu proses pendidikan di sekolah yang harus dilewati. Pada pelaksaannya, pelaporan harus memperhatikan hal-hal sbb:
4.10.1. Konsisten dengan pelaksanaan penilaian di sekolah.
4.10.2. Memuat rincian hasil belajar santriawati berdasarkan criteria yang telah ditentukan dan dikaitkan dengan penilaian yang bermanfaat bagi pengembangan santriawati .
4.10.3. Mengandung berbagai cara atau strategi komunikasi.
4.11. Penulisan Nilai Rapor
Nilai rapor ditentukan dengan rumus: (X + Y + P + US ): 4
Keterangan:
X = Rata-rata Nilai Ulangan Harian + Nilai Tugas/ PR
Y = Rata-rata Nilai Perbuatan dan Pengamatan
P = Nilai Mid Semester
US = Nilai Ulangan Semester
Untuk mengisi nilai rapor, menggunakan angka desimal
Untuk mengisi nilai rapor dalam kolom kepribadian dan kegiatan ekstrakurikuler menggunakan huruf dengan ketentuan sebagai berikut:
e. Nilai A = Istimewa
f. Nilai B = Bagus/ Baik
g. Nilai C = Cukup/ Sedang
h. Nilai D = Kurang
5. Penentuan Kenaikan Kelas
Keputusan kenaikan kelas ditetapkan bersama dalam rapat kenaikan kelas yang dihadiri semua guru dan dipimpin Kepala Sekolah dengan mempertimbangkan barbagai pertimbangan serta ketentuan yang berlaku.
Keputusan naik dan tidak naik kelas ditulis dalam rapor yang ditandatangani oleh guru serta diketahui oleh Kepala Sekolah dan orang tua santriawati .
6. Ujian Sekolah ( US )
Ujian Sekolah (US) diselenggarakan sekolah setiap tahun sekali pada akhir tahun pelajaran, untuk menentukan kelulusan santriawati .
Ujian Sekolah (US) dilaksanakan secara tertulis dan praktik dan soal dibuat oleh sekolah dengan mengacu pada kurikulun dan kisi-kisi dari Dinas Pendidikan atau Departemen Agama.
US tertulis meliputi mata pelajaran semua sub mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, PKN, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS dan Muatan Lokal (Bahasa Jawa dan Bahasa Inggris). Rentang nilai yang digunakan adalah 0 sampai dengan 10.
US praktik meliputi mata pelajaran semua sub mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, Bahasa Indonesia, IPA, Kerajinan Tangan dan Kesenian ( Kertangkes ), Pendidikan Jasmani dan Kesehatan dan Muatan Lokal (Bahasa Jawa, Kepedulian pada Diri dan Lingkungan dan Bahasa Inggris). Rentang nilai yang digunakan adalah 0 sampai dengan 10.
Soal dibuat oleh sekolah dengan mengacu pada kisi-kisi soal yang dibuat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Kalimantan Selatan.
7. Penentuan Kelulusan Santriawati
Penentuan kelulusan santriawati kelas XII sepenuhnya menjadi tanggungjawab madrasah, Penghitungan nilai untuk penentuan kelulusan disesuaikan dengan ketentuan SK Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan menengah yang berlaku.
Bagi santriawati yang dinyatakan lulus/ tamat berhak mendapat STTB dan bagi santriawati yang dinyatakan tidak lulus mengulang pada tahun pelajaran berikutnya di kelas XII.
8. Waktu kegiatan belajar mengajar
8.1 Malam Hari (bagi yang di asrama)
1. 17.45 – 18.00 = Pembinaan Amal Yaumiyyah Qabla Maghrib
2. 18.30 – 19.00 = Pembinaan Amal Yaumiyyah Ba’da Maghrib
3. 19.15 – 20.00 = Makan Malam
4. 20.00 – 21.30 = Belajar dengan pola monitoring
5. 21.30 – 04.00 = Istirahat
6. 04.30 – 06.10 = Pembinaan Amal Yaumiyyah abla dan Ba’da Shubuh
7. 07.00 – 07.30 = Makan Pagi
8.2 Pagi Hari (Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka )
1. 07.30 – 10.00 = Tatap muka Tahap I
2. 10.30 – 12.30 = Tatap Muka Tahap II
3. 13.00 – 14.20 = Tatap Muka Tahap III
8.3 Sore Hari (Kegiatan Tambahan/ Ekstra)
1. 14.20 – 15.00 = Makan dan Istirahat siang
2. 15.00 – 16.30 = Totur / Remedial / ekstra
9. Administrasi
9.1. Administrasi guru :
9.1.1. Buku Kurikulum
9.1.2. Kerangka Dasar Kurikulum
9.1.3. Standar Kompetensi Mapel
9.1.4. Pedoman Pengembangan Silabus
9.1.5. Pedoman Penilaian
9.1.6. Program Semester
9.1.7. Silabus
9.1.8. Rencana Harian.
9.1.9. Program Evaluasi
9.1.10. Buku Keliling
9.1.11. Bank Soal
9.1.12. Analisis Soal, Hasil Evaluasi
9.1.13. Program Pengayaan dan Perbaikan
9.1.14. Daftar Nilai
9.2. Administrasi Wali Kelas
9.2.1. Daftar Kelas
9.2.2. Daftar Hadir Santriawati
9.2.3. Daftar Kenaikan Kelas
9.2.4. Daftar Penyerahan Rapor
9.2.5. Buku Bimbingan dan Konseling
9.2.6. Buku Notulen Rapat.
9.2.7. Buku Supervisi
9.2.8. Buku Tamu
9.2.9. Buku Pelanggaran Santriawati
9.2.10. Buku Konsultasi Kepala Sekolah
9.2.11. Buku Inventaris Kelas
9.2.12. Buku Mutasi kelas
9.2.13. Buku Pengembalian Rapor
9.2.14. Kalender Pendidikan
Selain itu ada administrasi yang dipajang di kelas yaitu:
9.2.15. Jadwal Pelajaran
9.2.16. Papan Absensi
9.2.17. Tata Tertib Madrasah
9.2.18. Daftar Regu Kerja
9.2.19. Grafik Daya Serap dan Pencapaian Target Kurikulum
B. PROGRAM PERCEPATAN BELAJAR ( AKSELERASI )
Program akselerasi belajar adalah program layanan pendidikan yang diberikan kepada santriawati yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa, dengan penyelesaian program dan waktu belajar lebih awal/ cepat dari waktu yang ditentukan dari kelas reguler biasa.
1. Model Program
Santriawati yang memenuhi persyaratan untuk masuk program kelas percepatan belajar (grade level acceleration) dikelompokkan dalam satu kelas khusus dengan penambahan aktivitas pengayaan belajar (enriched learning activities) seperti penambahan jenis program belajar, pengayaan materi ajar, penambahan life skill, penambahan/ penguatan program keunggulan lokal dan global, dll.
2. Kurikulum
2.1. Kurikulum program percepatan belajar sama dengan program pengajaran umum, dengan penekanan pada program materi esensial dan dikembangkan melalui sistem pembelajaran yang dapat memacu dan mewadahi integrasi antara pengembangan spiritual, logika, etika, dan estetika, serta dapat mengembangkan kemampuan berfikir holistic, kreatif, sistemik dan sistematis, linier, konvergen, untuk memenuhi tuntutan masa kini dan masa mendatang.
2.2. Kurikulum program percepatan belajar dikembangkan secara berdeferensiasi, mencakup empat dimensi yang satu sama lainnya tidak dapat dilihat terlepas seperti tersebut :
2.2.1. Dimensi Umum
2.2.2. Dimensi deferensiasi
2.2.3. Dimensi non-akademis
2.2.4. Dimensi suasana belajar
2.3. Kurikulum berdeferensiasi yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan peserta didik yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa dengan cara memberikan pengalaman belajar yang berbeda dalam arti kedalamannya, keluasan, percepatan maupun dalam jenisnya.
2.4. Dalam pelaksanaanya program kegiatan belajar dapat dilakukan secara tatap muka dengan guru pembina, pakar lain atau belajar sendiri berdasarkan bahan yang diberikan oleh guru, atau yang dipilih sendiri, atau berdasarkan modul pemerkayaan.
2.5. Struktur program sama dengan kelas reguler, hanya perbedaannya pada waktu penyelesaian belajar lebih cepat daripada kelas reguler.
2.6. Pendekatan kegiatan belajar mengajar diarahkan kepada terwujudnya proses belajar tuntas (mastery learning), sedangkan strategi pembelajarannya diarahkan untuk dapat memacu santriawati aktif dan kreatif sesuai denan bakat, minat dan kemampuannya masing-masing dengan memperhatikan keselarasan dan keseimbangan antara dimensi-dimensi seperti di bawah ini.
2.6.1. Dimensi tujuan pembelajaran.
2.6.2. Dimensi pengembangan kreativitas dan kedisiplinan.
2.6.3. Dimensi pengembangan persaingan dan kerjasama.
2.6.4. Dimensi pengembangan kemampuan holistic dan kemampuan berfikir elaborasi.
2.6.5. Dimensi pelatihan berfikir induktif dan deduktif.
2.6.6. Dimensi pengembangan IPTEKS dan IMTAQ secara terpadu.
3. Lama belajar
Lama belajar santriawati kelas akselarasi tidak dipercepat dari kelas biasa, tapi yang dipercepat adalah program pembelajarannya, misalnya Nahwu di kelas biasa 1 jilid 1 tahun maka di kelas akselarasi 2 jilid 1 tahun, dan sisa waktu akan diberikan program pendidikan lainnya..
4. Standar Kompetensi
Standar kompetensi yang diharapkan adalah peserta didik yang memiliki kemampuan-kemampan sebagai berikut.
4.1. Kualifikasi perilaku Kognitif, daya tangkap cepat, mudah dan cepat memecahkan masalah, dan kritis.
4.2. Kualifikasi perilaku kreatif, rasa ingin tahu, imajinatif, tertantang, berani ambil resiko.
4.3. Kualifikasi keterikatan terhadap tugas, tekun, bertanggung jawab, disiplin, bekerja keras, keteguhan dan daya juang.
4.4. Kualifikasi perilaku kecerdasan emosi, pemahaman diri sendiri, pemahaman diri orang lain, pengendalian diri, kemandirian, penyesuaian diri, harkat diri dan berbudi pekerti.
4.5. Kualifikasi perilaku kecerdasan spiritual, pemahaman apa yang harus dilakukan peserta didik untuk mencapai kebahagiaan diri sendiri dan orang lain.
5. Identifikasi peserta didik
5.1. Memiliki kemampuan intelektual umum kategori tinggi (IQ = 140 keatas) atau yang memiliki kemampuan intelektual umum kategori baik (IQ = 125), ditunjang oleh kreativitas dan kerikatan terhadap tugas dalam kategori di atas rata-rata.
5.2. Memilki kemampuan dan kecerdasan luar biasa pada aspek persyaratan sebagai berikut:
5.2.1. Informasi data obyektif
5.2.1.1. Akademis : tes kemampuan untuk Matematika dan Bahasa (Indonesia/Arab/Inggris) sekurang-kurangnya 8,0. Nilai rapor rata-rata seluruh mata pelajaran minimal 7, 0.
5.2.1.2. Psikologis : tes intelegensi umum dengan alat tes WISC, tes kreativitas dengan alat Tes Kreativitas Figural, Inventori keterikatan terhadap tugas dengan skala TC-Rendi.
5.2.2. Informasi data obyektif
5.2.2.1. Nominasi diri sendiri ( self nomination )
5.2.2.2. Nominasi teman sebaya ( peer nomination )
5.2.2.3. Nominasi orang tua ( parent nomination )
5.2.2.4. Nominasi guru ( teacher nomination )
5.2.3. Kesehatan fisik, yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter.
5.2.4. Kesediaan calon santriawati percepatan belaar.
5.2.5. Persetujuan orang tua santriawati .
6. Sistem Evaluasi
6.1. Sistem evaluasi sama dengan yang dilakukan pada program reguler.
6.2. Evaluasi meliputi: Ulangan Harian, Ulangan Umum (UUS) dan Ujian Akhir Sekolah (UAS).
6.3. Laporan hasil pendidikan (rapor) formatnya sama dengan program reguler, pembagiannya sesuai dengan kalender pendidikan program percepatan.
6.4. Evaluasi penyelenggaraan program percepatan belajar dilakukan oleh Dirjen Dikdasmen Departemen Pendidikan Nasional setahun sekali.
7. Pelaksanaan
Program akselerasi ini dilaksanakan mulai kelas X.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: