Oleh: H. Ahmad Subehan, Lc, S.Pd.I | 5 Februari 2009

Pemimpin Masa Depan (terjemahan) bagian ke 1

Pemimpin Masa Depan (Visi, Strategi, dan Praktik Baru bagi Era Berikutnya)
Editor: FRANCESS HESSELBEIN, MARSHALL GOLDSMITH RICHARD BECKHARD (Jossey-Bass Publisher – San Francisco)
Oleh : Drs. H. Munadi
BAHASA BARU PENGORGANISASIAN DAN IMPLIKASINYA BAGI PEMIMPIN
Oleh : Harles Handy
Bahasa Politik
Bahasa baru organisasi yang muncul sangat berbeda. Pembicaraan saat ini mengenai “adhocracy”, federalisme, aliansi, tim, penguatan dan ruang untuk inisiatif. Kata kuncinya adalah option / pilihan; bukan rencana; kemungkinan bukan kesempurnaan; keterlibatan bukan kepatuhan. Inilah bahasa politik, bukan bahasa mekanik, bahasa kepemimpinan, bukan bahasa managemen. Oleh karena itu menarik untuk mengamati bagaimana organisasi menggantikan jabatan manager dengan istilah-istilah seperti tim leader, koordinator proyek, lead partner, fasilitator atau ketua. Organisasi adalah masyarakat individu bukan sekumpulan sumberdaya manusia.
Subsidiaritas / cabang
Ketika teori politik masuk ke sekolah, siswa akan dihadapkan pada seperangkat konsep yang asing dan berbeda dengan duania organisasi yang mereka ketahui. Konsep pertama dan yang paling penting adalah subsidiaritas. Subsidiaritas adalah istilah lama dalam teori politik yang diambil oleh gereja katolik untuk merestrukturisasi moral di wilayah federasi eropa. Prinsip subsidiaritas beranggapan bahwa lembaga yang lebih tinggi tidak mesti diassumsikan bertanggungjawab dan dijalankan oleh lembaga yang lebih rendah. Sebagai contoh negara tidak boleh ikut campur urusan keluarga sebab jika demikian berarti negara menghilangkan keberadaan keluarga dalam masyarakat. Atau lebih sederhananya, mencuri tanggungjawab seseorang adalah salah, sebab hal itu berarti melemahkan orang tersebut. Dengan subsidiaritas, individu atau kelompok harus diberi kepercayaan guna melakukan sesuatu. Tugas pemimpin adalah memastikan bahwa individu atau kelompok kompeten dalam menjalankan tanggungjawab yang diberikan kepada meraka, memahami tujuan organisasi dan berkomitmen terhadap tujuan tersebut.
Wewenang Yang diperoleh
Konsep yang kedua adalah pemberian wewenang. Dalam organisasi sebuah mesin, tenaga atau kekuatan berasal dari jabatan seseorang. Sedangkan dalam organisasi politik kekuasaan diberikan oleh masyarakat kepada seseorang yang akan menjalankan kekuasaan tersebut. Semua wewenang harus diperoleh sebelum dijalankan. Dalam tataran praktis organisasi, hal ini berarti bahwa pemimpin harus diberikan waktu dan ruang untuk melakukan pembuktian. Pemimpin itu harus ditumbuhkan; bukan dibuat.
Virtualitas
Konsep yang ketiga adalah virtualitas. Organisasi yang baru kadang terurai. Pekerja dipekerjakan pada lokasi dan kantor yang berbeda, memakai topi yang berbeda dan sebagainya. Sebuah organisasi virtual adalah organisasi yang sesungguhnya tidak dapat anda lihat, tidak berkumpul pada suatu tempat namun tetap mampu menjalankan fungsinya.
Pembagian Kepemimpinan
Virtualitas berarti mengelola orang yang tidak dapat anda lihat dan anda kontrol secara detail. Managemen jarak jauh seperti ini hanya dapat bekerja ketika terdapat kepercayaan. Kepercayaan, seperti halnya wewenang, harus diperoleh, diuji, dan jika perlu dihilangkan. Guna merespon persyaratan kepercayaan, organisasi mulai mengelompokkan ulang dirinya menjadi satuan tugas semi permanen dimana anggota saling mengenal dan memahami satu sama lain dengan baik. Kepemimpinan pada kelompok ini tidak berjenis “ikuti aku”. Inilah yang disebut dengan kepemimpinan yang dibagi. Disini kepemimpinan harus dipersonalkan sebab tugas kepemimpinan pada tahapan ini adalah menyediakan perekat yang mampu menyatukan masyarakat virtual secara bersamaan. Perekat itu bisa berbentuk kesamaan identitas, kesamaan tujuan, dan diciptakan dengan dorongan energi dan urgensi.
Hal-hal Yang Juga Penting Untuk diperhatikan
• Mempercayai seseorang adalah satu-satunya hal yang dapat memberikan rasa percaya diri kepada individu untuk melangkah pada bidang yang tak dia ketahui dan untuk membujuk orang lain agar mau melangkah ketempat dimana tak seorangpun tak pernah mengunjunginya. Disini mendengarkan juga sama pentingnya dengan berbicara.
• Gairah atau hasrat terhadap pekerjaan akan memberikan tenaga dan fokus yang mendorong organisasi dan berperan sebagai contoh bagi orang lain namun juga harus dikombinasikan dengan lawannya yakni kesadaran akan dunia lain. Pemimpin yang hebat akan meluangkan waktu untuk membaca, bertemu dengan orang-orang diluar, pergi ke teater nonton film atau memasuki dunia lain.
• Pemimpin harus memiliki rasa cinta terhadap orang lain sebab dalam sebuah masyarakat orang yang dianggap menyakitkan dan mengganggu akan ditakuti dan dihormati, namun masyarakat tidak akan mau mematuhinya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: